Mengenal Dosen-Dosen Terbaik Politeknik Penerbangan Surabaya Komersial

Mengenal Dosen-Dosen Terbaik Politeknik Penerbangan Surabaya Komersial

Politeknik Penerbangan Surabaya Komersial (PPSK) adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi negeri yang terkenal menawarkan program pendidikan yang berkualitas di bidang penerbangan. Dengan tujuan untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten dan siap kerja, PPSK didukung oleh dosen-dosen yang berpengalaman dan memiliki kualifikasi tinggi. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat beberapa dosen terbaik di PPSK, yang tidak hanya mengajar tetapi juga berperan aktif dalam penelitian dan pengembangan di bidang penerbangan.

1. Dr.Ir. Soebijanto, MT

Salah satu dosen terkemuka di PPSK adalah Dr. Ir. Soebijanto. Dengan gelar doktor di bidang teknik penerbangan, beliau memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri penerbangan. Ia mengajar Aerodinamika dan Struktur Pesawat Terbang. Keahliannya diakui tidak hanya di dalam negeri tetapi juga internasional. Selain mengajar, Dr. Soebijanto juga aktif melakukan penelitian pengembangan material ringan untuk komponen pesawat terbang yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

2. Dra. Aisyah Rahmawati, M.Si.

Dra. Aisyah adalah dosen yang sangat dikenal dalam bidang manajemen transportasi udara. Beliau memiliki latar belakang pendidikan di bidang manajemen dan studi transportasi, serta lebih dari 15 tahun pengalaman di sektor ini. Aisyah mengajar berbagai mata kuliah terkait manajemen dan operasional bandara. Kontribusi beliau dalam penulisan jurnal ilmiah dan artikel di konferensi nasional membuat namanya dikenal luas di kalangan akademisi dan praktisi penerbangan.

3. Ir. Budi Santoso, M.Eng.

Dosen berikutnya yang patut diperkenalkan adalah Ir. Budi Santoso. Beliau mengajar mata kuliah Sistem Navigasi dan Telekomunikasi Penerbangan. Dengan latar belakang teknik elektro dan pengalaman kerja di industri penerbangan, Ir. Budi telah banyak berkontribusi dalam pengembangan sistem navigasi modern. Penelitian yang dilakukan oleh beliau sering difokuskan pada penerapan teknologi terbaru di bidang navigasi udara, termasuk penggunaan drone dalam pengawasan dan pengiriman barang.

4. Dr. Eng. Ratih Widiastuti, S.T., M.Sc.

Sebagai salah satu dosen perempuan yang menginspirasi, Dr. Eng. Ratih Widiastuti mengajar mata kuliah Rancang Bangun Pesawat Terbang. Beliau memiliki gelar doktor dari universitas terkemuka di luar negeri dan banyak melakukan penelitian di bidang aerodinamika dan struktur pesawat. Komitmen beliau terhadap pendidikan tinggi dan pemberdayaan perempuan dalam teknologi direfleksikan melalui berbagai program yang beliau inisiasi, seperti workshop dan seminar.

5. H. Imam Shuhada, S.Sos.

Dosen lain yang juga memberikan banyak kontribusi di PPSK adalah H. Imam Syuhada, S.Sos. Beliau mengajar mata kuliah Komunikasi dan Hubungan Masyarakat di sektor penerbangan. Dengan pengalamannya di bidang humas penerbangan dan manajemen, H. Imam sering mengundang praktisi dari industri untuk berbagi pengalaman dengan mahasiswa. Pendekatan pembelajaran yang interaktif ini membantu mahasiswa memahami tantangan yang dihadapi oleh industri penerbangan saat ini.

6. Dr. Syahrial, M.Kom.

Dosen dengan latar belakang teknologi informasi, Dr. Syahrial mengajar mata kuliah Sistem Informasi Penerbangan. Fokus riset beliau adalah pada pengembangan sistem informasi untuk manajemen bandara dan layanan penerbangan. Dengan keahlian di bidang teknologi informasi dan pengalaman sebagai konsultan di beberapa proyek teknologi di bandara, Dr. Syahrial memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi industri yang semakin berkembang dan berbasis data.

7. Dr. Ika Pratiwi, M.Pd.

Dra. Ika Pratiwi berfokus pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor penerbangan. Mengajar mata kuliah Etika Profesi dan Kewirausahaan, beliau mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Dr. Ika berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai calon pemimpin di masa depan. Pelaksanaan seminar dan pelatihan di bidang kewirausahaan telah menjadi salah satu program unggulan yang beliau inisiasikan.

8. Prof.Dr.Ali Husni, MA

Seorang profesor dengan pemahaman mendalam tentang regulasi penerbangan, Prof. Dr. Ali Husni mengajar di program hukum dan kebijakan penerbangan. Beliau berkontribusi dalam pembentukan kurikulum yang relevan dengan perkembangan hukum di sektor penerbangan dan membantu mahasiswa memahami kuasi hukum yang mempengaruhi operasi penerbangan. Karya tulis dan penelitian beliau banyak dijadikan rujukan dalam bidang hukum penerbangan di Indonesia.

9. Nani Mardhani, S.Pd.

Nani Mardhani merupakan dosen dengan spesialisasi dalam pelatihan simulasi penerbangan. Beliau mengajar kompetensi praktis di lab simulator penerbangan, dan memiliki pengalaman bekerja di perusahaan penerbangan internasional sebagai instruktur pilot. Nani berfokus pada pengembangan keterampilan praktis mahasiswa di bidang penerbangan dan mempersiapkan mereka untuk sangat kompetitif saat terjun ke industri.

10. Era Yulianto, S.Kom.

Dengan ketajaman analitik dan kemampuan pemrograman yang mumpuni, Era Yulianto mengajar di bidang Teknologi Penerbangan dan Komputer. Beliau memiliki keahlian dalam pengembangan perangkat lunak untuk sistem penerbangan yang modern. Melalui mata kuliah yang diampunya, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali keterampilan teknis yang sangat diperlukan dalam industri penerbangan. Era juga aktif dalam berbagai proyek pengembangan perangkat lunak yang mendukung operasional penerbangan.

Dosen-dosen di Politeknik Penerbangan Surabaya Komersial tidak hanya sekadar mengajar. Mereka adalah penggerak di bidang penelitian, pengembangan, dan inovasi. Dengan keahlian dan pengalaman yang dimiliki, mereka membantu membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan di dunia penerbangan, sekaligus membawa nama Politeknik Penerbangan Surabaya ke level yang lebih tinggi. Dengan dukungan dosen-dosen unggul ini, PPSK berkomitmen untuk selalu memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri penerbangan masa depan.